Last Child
Last Child terbentuk pada tanggal 11 Januari 2006 dari trio Virgoun (vokal dan gitar), Dimas (bas dan vokal), dan Ari (drum). Mereka kemudian tampil kuartet sejak Juli 2009, dengan merekrut Yodi (gitar) untuk memperkaya eksplorasi musik mereka.
Nama ‘Last Child’ sendiri sebenarnya tidak mempunyai arti special. Awal mereka membentuk grup musik ini, usia mereka memang masih kecil. Mereka mengikuti audisi band, dan tak disangka-sangka, mereka bisa lolos. Dari situ kemudian mereka bertekad untuk meneruskan Last Child dengan serius. Grup musik ini menjadikan Blink 182 sebagai influence mereka.
Last Child mengalami beberapa kali pergantian personel. Ari dan Yodi keluar dari grup musik ini, sehingga formasi terakhir saat mereka menggarap album studio pertama mereka tahun 2012 adalah Virgoun (vokal dan gitar), Dimas (bas dan vokal), Mamie (gitar), dan Ipank Rizki (drum).
Setelah merilis mini album Grow Up secara swadaya pada tahun 2007, kemudian pada 2009, di bawah bendera Fake Records mereka unjuk gigi dengan album berjudul Everything We Are Everything. Album ini melahirkan singel hit "Diary Depresiku", "Pedih", dan "Kembali".
Hingga April 2010, tercatat lebih dari 110,000 orang Last Friends, sebutan untuk penggemar (fans) mereka, secara rutin berinteraksi di akun Facebook Last Child. Berkat kesetiaan Last Friends, RBT Last Child dari album Everything We Are Everything, menembus angka lebih dari 300,000 unduhan.
Di bawah naungan label Dr. M, lagu "Diary Depresiku" kemudian di-mastering ulang oleh Jemi Sitanayah, MMus (Mastering of Music, sound engineering), jebolan Berklee College of Music, USA.
Setelah sukses dengan singel "Diary Depresiku", "Pedih", dan "Percayalah itu", Last Child kemudian merilis album Our Biggest Thing Ever, di bawah label Dr. M. Album ini merupakan studio perdana Last Child yang dirilis pada 25 Januari 2012. Dalam album ini, mereka juga merangkul Giselle, salah satu jebolan Indonesian Idol di lagu Seluruh Nafas Ini.
Last Child juga merangkul Ashilla Zee untuk beberapa live perform acara yang diadakan oleh beberapa stasiun televisi dalam lagu "Seluruh Nafas Ini".
List of Songs
Intro
Ku sadari tak semestinya seperti ini
Engkau dan aku sangatlah berbeda
Verse
Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Verse
Kau membunuhku dengan kepedihan ini
Kau hempaskanku ke dalam retaknya hati
Intro
Kubingkai lagi foto yang gambarkan kemesraan diriku, denganmu
Kutulis lagi namamu yang t′lah kuhapus dalam handphoneku
Intro
Bila kuingat tentangmu
Dalam rapuhnya hatiku
Verse
Engkau yang sedang patah hati
Menangislah dan jangan ragu ungkapkan
Verse
Diri ini t′lah lama menanti
Menantimu 'tuk memeluk hati ini
Verse
Ku mohon hentikan air matamu mama
Bila ternyata harus putus sekolahku
Verse
Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Intro
Kau menyiksaku di sini
Dalam rasa bersalah yang kini